SEJARAH ISLAM: IBNU KHALDUN DAN LATAR BELAKANG KELAHIRAN PEMIKIR ISLAM

 On Thursday, May 26, 2011  


Dalam Islam  banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menuntut ilmu dan keutamaan orang-orang yang berilmu. Diantaranya adalah Qur’an Surat Al Mujadillah. ayat 11 : “ …Maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajad  orang-orang yang beriman  diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajad. Dan Allah maha teliti apa yang kamu kerjakan.”
Kemudian Rasulullah SAW mengatakan bahwa : “ Manusia yang paling dekat derajadnya dengan derajad para nabi adalah orang-orang yang berilmu dan berjuang” (Hr. Bukhari ). Kemudian perintah menuntut ilmu dalam Al-Quran dan Al Hadits itu telah menumbuhkan kesadaran bagi kaum muslim pentingnya untuk menuntut ilmu. Pada abad-abad pertama hijriyah, kaum muslimin memulai suatu kegiatan dengan menterjemahkan buku-buku dari bahasa Persia, Yunani, India, dan Cina ke dalam bahasa Arab.
Seiring dengan bergulir waktu, muncul filsuf-filsuf muslim. Mereka mengklasifikasikan ilmu secara sistematis. Klasifikasi ilmu-ilmu dari filsuf-filsuf  muslim tersebut menjadi dasar bagi para ilmuan muslim berikutnya untuk mengembangkan sains, terutama ilmu ilmu pengetahuan alam dan alatnya yaitu matematika dan logika.
            Filsuf muslim yang muncul pertama kali adalah Al Farabi (257H/870M-339H/950M). diteruskan oleh Ibnu Sina dan Ikhwan as-safa. Penyempurnaan klasifikasi tersebut berpuncak pada klasifikasi Ibnu Khaldun. Ibnu Khaldun adalah bapak sejarawan dan sosioligi Islam (1332-1406).  Ibnu Khaldun terkenal dengan pemikiran-pemikiran yang kritis. Merumuskan pemikiran pemikiran tentang sejarah, yang mana sejarah merupakan sebuah renungan kefilsafatan.

Sekilas tentang Ibnu Khaldun
Nama lengkap Ibnu Khaldun adalah Wali al-Din Abdurrahman bin Muhammad ibn Hasan ibn Jabir ibn Muhammad ibn Ibrahim ibn Abdurrahman ibn Khaldun. Ibnu khaldun lahir di Tunisia pada 1 Ramadhan 723 H/27 Mei 1332. Khaldun  wafat pada Bulan Ramadhan 808/1406 M. Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi (wikipedia.com).
            Keluarga Ibnu khaldun berasal dari Hadramaut (Yaman).  Silsilah Ibnu khaldun sampai kepada salah seorang sahabat nabi SAW yaitu Wail Ibn Hujr dari kafilah Bani Kindah. Cucu Wail bernama Khalid bin Utsman memasuki daerah pada abad ketiga hijriyah/9 Masehi. Anak Khalid Ibn Utsman ini kelak membentuk suatu keluarga Bani Khaldun yang menjadi asal nama Ibnu Khaldun. Bani Khaldun ini tumbuh dan berkembang di kota Qarmunah di Andalusia, Spanyol. Selanjutnya hijarah ke kota Isbylia (Sevilla). Tempat banyak anak cucu Bani Khaldun menduduki jabatan penting dalam pemerintahan.
             Di Tunisia, Ibnu khaldun belajar berbagai cabang Ilmu pengetahuan seperti matematika, filsafat, fikih dan sejarah. Ibnu khaldun juga menghafal Al-Quran serta mempelajari ilmu bahasa dan lain-lain. Guru pertamanya adalah ayahnya sendiri. Seorang Ulama Andalusia  yang karena kemelut politik di Andalusia ia hijrah ke Tunisia. Yaitu bersamaan dengan dengan naiknya Abu Hassan, pemimpin bani Marin (1347). Studinya terhenti ketika tiba-tiba sebagian belahan timur terjangkit wabah pes pada 749 H/1348 M. Sehingga banyak tokoh politik dan ulama hijrah ke Andalusia.
            Pada bulan Oktober 1382 M, Khaldun meninggalkan Tunisia menuju Alexandria. Dan pada tahun itu juga, ia tiba di Kairo Mesir seiring perjalanan hajinya. Waktu itu kesultanan di pegang oleh Abu Said Bargug, keturunan dari kesultanan Mamluk. Mesir merupakan pusat ilmu pengetahuan Islam, dimana Muslim Timur dan barat menuntut Ilmu. Ibnu khaldun mengajar dan menjadi Hakim karena kecerdasan dan keluasan Ilmunya. Akan tetapi tidak lama kemudian ia berpindah ke Damskus dan   mengabdi di sana.
            Ibnu Khaldun hidup saat imperium Islam bagian barat (termasuk Afrika Utara) di ambang kehancuran. Andalusia terpecah-belah menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Kaum Murabitun (Almoravid) dan Muwahhidun (Almohad) saling rebut wilayah dan pengaruh. Sementara kaum Kristen Spanyol waktu itu tengah mengkonsolidasi kekuatan mereka dan menyusun strategi untuk melancarkan serangan besar-besaran demi merebut kembali semua daerah yang diduduki kaum Muslim peristiwa kelam yang dinamakan Reconquista.
            Bermula dengan Toledo (1085), lalu Cordoba (1236) dan Seville (1248), dan terakhir Granada (1492), satu per satu wilayah Islam jatuh ke tangan orang-orang Kristen. Kondisi sosial-politik yang tak menentu itu tentu saja banyak memengaruhi perjalanan karier maupun pemikiran Ibnu Khaldun.


Garis Besar Kehidupan Khaldun
            Secara garis besar, perjalanan hidup Khaldun dibagi menjadi 3 Periode (wikipedia.com):
  1. Periode pertama, masa dimana Ibnu Khaldun menuntut berbagai bidang ilmu pengetahuan. Yakni, ia belajar Alquran, tafsir, hadis, usul fikih, tauhid, fikih madzhab Maliki, ilmu nahwu dan sharaf, ilmu balaghah, fisika dan matematika. Dalam semua bidang studinya mendapatkan nilai yang sangat memuaskan dari para gurunya. Namun studinya terhenti karena penyakit pes telah melanda selatan Afrika pada tahun 749 H. yang merenggut ribuan nyawa. Ayahnya dan sebagian besar gurunya meninggal dunia. Ia pun berhijrah ke Maroko selanjutnya ke Mesir
  2. Periode kedua, ia terjun dalam dunia politik dan sempat menjabat berbagai posisi penting kenegaraan seperti qadhi al-qudhat (Hakim Tertinggi). Namun, akibat fitnah dari lawan-lawan politiknya, Ibnu Khaldun sempat juga dijebloskan ke dalam penjara.
  3. Periode ketiga kehidupan Ibnu Khaldun, yaitu berkonsentrasi pada bidang penelitian dan penulisan, ia pun melengkapi dan merevisi catatan-catatannya yang telah lama dibuatnya. Seperti kitab al-'ibar (tujuh jilid)
            Ia mencapai usia 76 tahun menurut kalender Hijriyah, atau 74 tahun menurut kalender Miladiyah. Perbedaan dua tahun itu disebabkan oleh perbedaan penanggalan sistem qamariyah (peredaran bulan mengelilingi bumi) dengan sistem syamsiyah (peredaran bumi mengelilingi matahari). Dalam satu tahun syamsiyah terdapat perbedaan 10 atau 11 hari, sehingga dalam sekitar 33 tahun syamsiyah terjadi perbedaan satu tahun. []
SEJARAH ISLAM: IBNU KHALDUN DAN LATAR BELAKANG KELAHIRAN PEMIKIR ISLAM 4.5 5 Muhammad Rifai Fajrin Thursday, May 26, 2011 Ibnu Khaldun, Filsafat Sjarah, Sejarah Islam, Pemikir Islam Dalam Islam  banyak sekali ayat Al-Qur’an dan hadits hadits yang menyebutkan tentang keutamaan menu...


1 comment:

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain memulihkan kejayaan kaum Muslim, memberi kaum Muslim tempat yang mulia diakhirat . Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidina wa Maulaana Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Allaahumma ahlkil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.

    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    ------(doa khusus untuk Wali al-Din Abdurrahman bin Muhammad ibn Hasan ibn Jabir ibn Muhammad ibn Ibrahim ibn Abdurrahman ibn Khaldun / IBNU KHALDUN, semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada beliau).

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU

    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNA AJRAHU WA LAA TAFTINNAA BA’DAHU WAGHFIRLANAA WALAHU

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallahu’alihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan kaum Muslim. Pulihkanlah kejayaan kaum Muslim, Lindungilah kaum Muslim dari kesesatan terutama kemurtadan. Berilah kaum Muslim tempat mulia di akhirat.

    Ya Allaah, jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim tetap dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah Indonesia dan dunia Muslim baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah dunia non Muslim dimiliki kaum Muslim. Jadikanlah musuh Islam ditaklukan orang Islam.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidina wa nabiyyina wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin.



    Indra Ganie - Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten

    ReplyDelete

Komentar Anda: